Breaking News

Setelah Dibobol Maling, Staff Desa Tegalpanjang Kelimpungan Tanpa Fasilitas Kerja



Wartawan : Rio Bagja Gumilar


pelitajawabarat.com
Setelah dibobol maling, suasana Kantor Desa Tegalpanjang, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi, terlihat sepi aktifitas lantaran beberapa fasilitas kerja berupa komputer dan laptop habis digondol maling. Selain itu, aparatur Pemdes Tegalpanjang mencoba membuat seteril keadaan kantor agar bisa diselidiki oleh pihak kepolisian.

"Fasilitas kerja berupa komputer dan laptop semuanya di bawa rampok. Kita juga bingung mau kerja apa, semua data yang akan dikerjakan pada hilang," kata PJS Kepala Desa Tegalpanjang, Ujang Rahmat kepada Wartawan saat ditemui di kantornya, di Kp. Tegalpanjang, Desa Tegalpanjang, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi, Jumat (05/04/2019).

Perihal perampokan itu dijelaskan Ujang, masih belum diketahui motif dan pelakunya. Mengingat, kata Dia, pelaku hanya mengambil aset penting berupa komputer dan laptop yang sehari-hari dipakai aktifitas kerja.

"Awalnya saya dapat informasi dari staff dan langsung melaporkannya kepada pihak kepolisian. Tidak menunggu lama, pihak kepolisian langsung melakukan olah TKP," tutur Ujang.

Hasil olah TKP yang dilakukan Polsek Cireunghas, dikatakan Ujang, baru menemukan kemungkinan-kemungkinan, diantaranya, perampokan diduga dilakukan oleh lebih dari satu orang, menggunakan jalan masuk melalui pintu depan dengan cara dicongkel. Waktu perampokan itu, diperkirakan sekitar sepertiga malam saat orang-orang terlelap tidur. Selebihnya, lanjut Ujang pihak kepolisian masih mendalami kasus tersebut.

Sedangkan barang-barang yg berhasil digondol maling antara lain, 3 unit monitor komputer, 1 unit Laptop, 2 CPU komputer dan 1 unit Tv LED. Akibat perampokan itu, kata Ujang, Pemdes Tegalpanjang merugi hingga jutaan rupiah.

"Untuk proses selanjutnya, kita sudah menyerahkan semua prosesnya kepada pihak kepolisian. Sementara hari ini, belum ada aktifitas," tambahnya.

Sebelumnya, informasi yang dihimpun pelitajawabarat.com menyebutkan, kejadian tersebut pertama kali diketahui oleh petugas kebersihan Desa Tegalpanjang bernama Ibu Onih (50). Kala itu, Ibu Onih hendak bersih-bersih kantor sekitar pukul 05.00 WIB, Jumat (05/04/2019). Ketika membuka pintu kantor, Ibu Onih merasa kaget karena pintu kantor sudah dalam keadaan terbuka dan didapatinya keadaan kantor yang berantakan. Ketika ditelusuri ke dalam, semua alat-alat kerja itu sudah tidak ada. (*)