Breaking News

Penabrak Dadang Yang Dikabarkan Kabur, Akhirnya Menemui Keluarga Korban Untuk Meminta Maaf



Wartawan : Rio Bagja Gumilar

Suasana pertemuan antara keluarga pelaku dan keluarga korban terlihat saling merangkul menandakan saling maaf-memaafkan 

www.pelitajawabarat.com
Pelaku tabrak lari di Jl. Raya Gandasoli-Cireunghas Km 5 yang mengakibatkan meninggalnya Dadang Efendi (60) warga asal Kampung Gandasoli RT 01/07, Desa Cipurut, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi, akhirnya muncul menemui keluarga korban di rumah duka, Jumat, (05/04/2019) sekitar pukul 17.00 WIB. Pada saat mendatangi keluarga korban, pelaku didampingi keluarganya.

Dari penuturan keluarga korban, pelaku berasal dari Desa Cireunghas, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi dan diketahui masih berusia di bawah umur dengan status sebagai seorang pelajar di salah satu SMK di Sukabumi.

"Alhamdulillah, akhirnya keluarga kami mengetahui pelaku tabrak lari itu. Pelaku datang ditemani keluarganya dan langsung meminta maaf kepada keluarga kami," kata anak korban, Dinar (23) kepada Wartawan saat ditemui di kediamannya di Jl. Raya Cireunghas Km. 5, Kp. Gandasoli RT 01, RW 07, Desa Cipurut, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi, Jumat (06/04/2019) siang.

Diceritakan Dinar, Saat bertemu dengan pelaku dan keluarganya itu, keluarga korban dan pelaku melakukan musyawarah secara kekeluargaan. Selepas musyawarah, akhirnya keluarga pelaku meminta keluarga korban untuk memaafkan tindakan pelaku dan meminta untuk tidak melanjutkan ke ranah hukum.

Sontak saja, kata Dinar, pihak keluarga besar almarhum ayahnya itu tidak begitu saja menerima permintaan maaf pelaku dan keluarganya. Namun, setelah semua keluarga bermusyawarah secara kekeluargaan, kata Dia, dengan penuh pertimbangan, akhirnya keluarga besar almarhum ayahnya itu, bisa memaafkan tindakan pelaku.

"Saat bertemu pelaku dan keluarganya, kami semua bermusyawarah. Ternyata ketika kita musyawarah itu, kita baru tahu status pelaku yang masih di bawah umur. Akhirnya, dengan berbagai pertimbangan, Insyaallah keluarga besar kami ihklas memaafkan pelaku," ungkap Dinar.

Kepada pelitajawabarat.com, keluarga besar almarhum Dadang menyatakan, mereka sudah ikhlas dan menyadari kejadian itu sebagai musibah yang dijadikan pelajaran berharga. Keluarga korban juga tidak berkenan membeberkan identitas rinci pelaku demi menghargai perasaan masing-masing keluarga yang sudah berdamai. Terakhir, keluarga korban berharap, melalui kejadian ini, semoga almarhum ditempatkan di sisi Allah SWT dan dimaafkan dari berbagai kesalahannya di dunia.

Kepada pelaku, pihak keluarga almarhum Dadang juga berharap, mereka bisa menjadikan pelajaran dan mengambil hikmah kebaikan. Apalagi, pelaku diketahui masih berstatus pelajar yang masih harus melanjutkan pendidikannya.

"Insyaallah, kami semua sudah ikhlas dan berharap semuanya baik-baik saja," tutup Dinar. (*)