Breaking News

RSUD Al-Mulk Kota Sukabumi Selamatkan 66 Korban Anjing Gila




Wartawan RIO BAGJA GUMILAR

RSUD Al-Mulk Kota Sukabumi selama tahun 2017 dan awal 2018 berhasil menyelamatkan puluhan korban gigitan anjing gila. Selama tahun 2017 dan bulan Januari 2018, jumlah orang yang diselamatkan tim medis rumah sakit milik Pemkot Sukabumi itu dari bahaya virus rabies mencapai 66 orang dengan rincian 60 orang selama tahun 2017 dan 6 orang pada bulan lalu.
"Kami terus menambah kapasitas dan kemampuan Rabies Center untuk meningkatkan efektivitas penyelamatan korban yang berpotensi terpapar virus rabies. Melalui Rabies Center, kami berupaya untuk memberikan pelayanan kepda para korban gigitan anjing gila," kata Kepala RSUD Al-Mulk Kota Sukabumi, dr. Munifah Budi Isnaeni didampingi petugas Rabies Centre Agus Mulyana kepada wartawan, kemarin.
"Dari pasien-pasien yang kami tangani tahun 2017 juga tahun 2018 semuanya selamat, tidak ada yang meninggal dunia," tambahnya. 
Jumlah pasien korban gigitan anjing yang ditangani Agus terbilang cukup tinggi. Untuk mengantisipasi kejadian yang lebih parah di masa depan, RSUD Al-Mulk berupaya untuk memberi pelayanan yang terbaik di Rabies Center.
Lebih rinci Munifah menjelaskan, seseorang bisa terjangkit rabies apabila air liur dari hewan yang terjangkit rabies masuk ke dalam tubuh melalui gigitan. Hewan yang dapat menularkan virus rabies antara lain anjing, kucing, dan kera.
"Pasien yang terjangkit rabies tidak bisa diprediksi dalam jangka waktu satu atau dua minggu, tapi baru bisa diprediksi positif atau tidaknya terjangkit rabies setelah tiga bulan digigit hewan yang terjangkit rabies. Makanya kalau ada warga digigit anjing gila, bawa dia segera ke rumah sakit," tambahnya.
Ciri-ciri hewan yang terjangkit penyakit rabies, lanjutnya, antara lain mempunyai air liur yang berlebihan, mengigit tanpa alasan, dan takut oleh air dan sinar matahari. Berkaitan dengan hal tersebut, Kepala RSUD Al-Mulk mengimbau masyarakat, apabila menemukan hewan khususnya anjing, kucing, dan kera yang memiliki ciri-ciri tersebut agar segera dilaporkan ke Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKP3 (Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan) Kota Sukabumi untuk ditindaklanjuti dan ditangani. 
"Kami mengimbau para pemilik anjing, kucing, dan kera untuk memvaksin hewan peliharaannya ke DKP3 untuk mencegah terjangkit penyakit rabies. Jangan khawatir, vaksinasi hewat ini gratis," kata Munifah. (*)